Upaya Joe Hart untuk Menyelamatkan Karirnya Sebagai Pesepakbola

Jul 29th

Untuk kedua kalinya, Joe Hart harus merasakan tantangan yang baru dan berbeda. Kepindahannya kali ini tidaklah tergesa-gesa seperti tahun lalu dimana ia dipinjamkan ke Torino pada menit-menit akhir. Hart memang sosok yang posisinya bersama City masih dipertanyakan hingga sekarang. Pendapat publik terkait dengan kiper timnas Inggris ini terbagi menjadi dua bagian: seorang yang brilian, atau tidak berguna. Ia memiliki refleks yang bagus, namun beberapa kali membuat blunder.

Selama bermain di Italia, keberadaan Hart dihargai oleh berbagai pihak. Ia merupakan penjaga gawang yang mampu menghalau berbagai crossing yang masuk dan membuat sejumlah penyelamatan krusial. Disaat yang sama, ia juga sering melakukan blunder yang pada akhirnya merugikan tim.

Beberapa pihak menganggap bahwa Hart sendiri memang bukanlah sosok dengan reputasi yang teruji. Ia datang dari klub papan bawah Premier League menuju ke Manchester City, itupun dengan performa yang belum teruji sebelumnya. Sedikit berbeda dengan Jordan Pickford yang memang tampil begitu gemilang bersama Sunderland sekalipun tetap saja kebobolan banyak gol.

Kelemahan ini terlihat jelas pada hal-hal mendasar dalam permainan Joe Hart yaitu positioning dan footwork. Pemain yang satu ini beberapa kali terlihat begitu lemah untuk kedua hal tersebut sehingga mengganggu konsistensi dari permainannya.

Selama bermain di West Ham nanti, Hart ditutut untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kiper timnas Inggris. Ia akan kembali menghadapi lingkungan yang familiar dan pertandingan yang sebelumnya ia nikmati. Inilah tempat yang tepat baginya untuk kembali menemukan performa terbaik demi mengamankan posisinya untuk memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2018.

Tony Coton, pelatih kiper Manchester United meyakini bahwa kebangkitan Hart tidak hanya terkait dengan aspek teknis, tetapi juga aspek non-teknis. Melalui pelatih yang tepat dan bisa membangun motivasi, ia yakin Hart mampu berkembang menjadi pemain yang lebih baik lagi.

“Anda semua punya pelatih favorit yang cocok dengan kepribadian anda,” ujar Coton. “Mereka akan mengenal anda luar dalam, tahu bagaimana caranya mengeluarkan yang terbaik dalam diri anda, bagaimana berbicara dengan anda sebelum pertandingan, dan setelah pertandingan. Ini seperti seorang pemain dalam olahraga individual – anda punya seorang pelatih atau mentor, karena pelatih kiper hanya punya beberapa orang saja yang bekerja bersama.”

Post Categories: Berita Bola Comment is closed.
The Best Situs Agency SBOBET, IBCBET Bola Terpilih, Bandar Taruhan Poker 338a layani buat id judi online bola piala euro, tangkas, togel terpercaya